Quote

Quote

Langkah-langkah Penulisan Jurnal Ilmiah

2. Jelaskan teknik penulisan Jurnal Ilmiah! Apa saja isi dari Jurnal Ilmiah! Buatkan 3 contoh judul Jurnal Ilmiah!

Format artikel dalam jurnal ilmiah –kajian konseptual maupun hasil penelitian empiris-  pada umumnya mencakup, bagian: (1) judul, (2) nama penulis, (3) abstrak dan kata-kata kunci, (4) pendahuluan, (5) isi (6) penutup atau rangkuman, dan (7) daftar rujukan/pustaka. Pada bagian isi pengembangannya sedikit berbeda untuk kedua jenis artikel tersebut. Isi untuk artikel kajian konseptual berisi materi pokok serta pembahasannnya, sedang untuk artikel hasil penelitian, bagian isi berisi (a) metode penelitian, (b) hasil penelitian, dan (c) pembahasan.
§  Judul
Judul artikel diharapkan mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas dalam artikel. Oleh karena itu pilihan katanya harus tepat, mnegandung unsur-unsur utama yang dibahas, jelas, dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi pembaca. Judul bagi artikel hasil penelitian harus menggambarkan keterkaitan variabel yang digunakan dalam penelitian, walaupun tidak harus sepanjang judul penelitian yang sebenarnya. Judul artikel hasil penelitian pada umumnya terdiri dari 5-15 kata (Suhadi,1999).
§  Nama Penulis
Nama penulis artikel ditulis tanpa disetai gelar akademik atau gelar apapun. Nama lengkap dengan gelar akademik boleh ditulis di sebelah bawah halaman pertama artikel. Nama lembaga tempat bekerja penulis juga ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika lebih dari tiga penulis, hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan di bawah judul; nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki.
§  Abstrak dan Kata-kata Kunci
Abstrak artikel konseptual adalah ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara padat; bukan komentar atau pengantar penulis. Sedang dalam artikel hasil penelitian, abstrak memuat masalah atau tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian. Abstrak terdiri dari 50-70 kata yang disusun dalam satu paragraf, dengan format esei bukan enumeratif. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk beberapa ketukan).
Abstrak hendaknya disertai dengan 3-5 kata-kata kunci, yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel. Kata-kata kunci lajimnya berupa kata dasar atau kata yang berdiri sendiri (tunggal) bukan frasa atau rangkaian kata (Suhadi,1999). Namun untuk kasus tertentu, misalnya untuk memperoleh makna yang lebih dalam maka dimungkinkan untuk digunakan kata majemuk atau kata-kata kunci yang dibentuk oleh dua kata.
Contoh: pola tanam, perkembangan anak, negara kesatuan, dan lain sebagainya.
§  Bagian Pendahuluan
Bagian ini menguraikan hal-hal yang mampu menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas. Bagian pendahuluan ini harus diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan dari pembahasan. Untuk artikel hasil penelitian, bagian ini berisi, (a) rumusan masalah, (b) tujuan, dan (c) deskripsi singkat mengenai kerangka pemikiran.
§  Isi
Bagian ini dalam artikel kajian konseptual umumnya berisi kupasan, analisis, argumentasi dan pendirian penulis mengenai masalah yang disoroti. Untuk kepentingan pemahaman pembaca bahasan dapat diurai  ke dalam beberapa sub-bagian. Tidak ada ketentuan dalam penguraian sub-bagian meskipun begitu perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak menjadi enumeratif seperti halnya hand out.
Untuk artikel hasil penelitian, bagian ini berkembang menjadi (a) metode penelitian, (b) hasil penelitian, dan (c) pembahasan. Metode penelitian memuat tentang rancangan penelitian, populasi dan sampel, uraian singkat operasionalisasi variabel, dan teknik analisis. Hasil penelitian memuat tentang hasil akhir dari proses kerja teknik analisis data, bentuk akhir bagian ini adalah berupa angka, gambar, dan tabel. Sedang pembahasan memuat abtraksi peneliti setelah mengkaji hasil penelitian dan teori-teori yang sudah ada dan dijadikan dasar penelitian.
§  Kesimpulan dan Saran/Tindak lanjut
Kesimpulan memuat ringkasan uraian, atau jawaban sistimatis dari masalah yang diajukan secara singkat. Lajimnya kesimpulan diikuti oleh saran-saran atau rencana tindak lanjut. Kesimpulan dan saran disajikan dalam format eseiatau esei bernomor.


§  Daftar Rujukan/Pustaka
Bahan rujukan yang dimasukkan dalam daftar rujukan hanya yang benar-benar disebutkan dalam tubuh artikel. Rujukan dapar berupa buku teks, artikel dalam sebuah majalah, makalah, ataupun ketentuan perundang-undangan, serta dekumen lain yang dianggap akurat mendukung tulisan.
§  Gaya Selingkung
Gaya selingkung adalah pola teknis yang dikembangkan oleh pengelola suatu jurnal untuk memberi identitas jurnal sekaligus pedoman bagi pihak-pihak yang terlibat dalam rangkain kerja internal maupun pihak-pihak konstributor naskah. Setiap jurnal ilmiah memiliki gaya selingkung yang berlaku dalam secara mandiri, bisa merupakan hasil adaftasi dengan suatu jurnal lainnya atau pun hasil ramuan dari berbagai jurnal lainnya. Setiap jurnal diberi kemungkinan untuk menentukan gaya selingkungnya. Akan tetapi gaya selingkung suatu jurnal perlu juga memperhatikan ketentuan yang diberlakukan oleh badan-badan luar yang memiliki otoritas untuk hal itu. Misalnya PDII-LIPI yang menerapkan standar ISO dan SNI, atau DP3M Dirjen Dikti yang telah mengeluarkan Instrumen Evaluasi untuk  Akreditasi Berkala Ilmiah.

Gaya selingkung ini antara lain menyangkut ihwal muatan atau isi jurnal, format tulisan, kaidah tata tulis, gaya pencetakan, dan dimensi-dimensi fisik jurnal (IKIP MALANG, 1996). Sekali suatu jurnal telah memilih dan menetapkan suatu gaya, misalnya gaya pencetakan, maka gaya itu harus diikuti dan digunakan secara konsisten (Rifai, 1995). Sebagai contoh, rancangan kulit (cover design) yang telah digunakan pada saat pemerolehan ISSN  harus selalu digunakan tanpa perubahan kecuali warnanya. Dalam Instrumen Evaluasi untuk  Akreditasi Berkala Ilmiah, nilai untuk aspek kemantapan penampilan dan aspek lainnya yang menyangkut hasil cetak jurnal merupakan 20% dari total nilai (DP3M Dirjen Dikti Depdikbud, 1997). Selain kedua sumber ketentuan, PDII-LIPI dan DP3M Dirjen Dikti, dimungkinkan juga untuk merujuk pada sumber lain. Karena jurnal diharapkan lebih familiar bagi pembaca di manca negara maka mengacu juga pada pedoman UNESCO misal, ukuran kertas yang di anjurkan, yaitu A4 (kuarto). Rujukan internasional seperti ini kemungkinan akan lebih berkembang seiring dengan semakin mudahnya jurnal dapat diakses lewat internet.
0 Komentar untuk "Langkah-langkah Penulisan Jurnal Ilmiah"

Back To Top